Penulis: Admin

KEMULIAAN KAJIAN PEMIKIRAN Kajian pemikiran biasanya terasa lebih berat dibanding kajian dzikiran. Sehingga seringkali muncul rasa malas dan tidak semangat untuk mengikutinya.  Untuk mengatasi rasa malas dan tidak semangat dalam mengikuti kajian pemikiran, mari kita simak perkataan para salaf berikut: [1] Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,تفكر ساعة خير من قيام ليلةBerfikir sesaat lebih baik dari pada qiyamullail (al-Adzamah, 1/297). Ibnu Abbas juga mengatakan,تذاكر العلم بعض ليلة أحب إلي من إحيائها“Belajar beberapa saat di malam hari, lebih aku sukai dari pada menghabiskan seluruh malam untuk shalat.” (Mushannaf Abdurrazaq, 11/253). [2] Abu Darda radhiyallahu ‘anhu,مذاكرة العلم ساعة خير من قيام ليلة“Mengkaji ilmu syariat sesaat lebih baik dari pada shalat malam” [3] Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,لأن أفقه ساعة أحب إلي من أن أحيي ليلة أصليها حتى أصبح“Saya belajar sesaat lebih saya cintai dari pada saya habiskan waktu malam untuk shalat sampai subuh.” Abu Hurairah juga mengatakan,لأن أعلم باباً من العلم في أمر أو نهي أحب إلي من سبعين غزوة في سبيل الله عز وجل“Saya memahami satu masalah ilmu, baik terkait perintah, ataupun larangan, lebih aku cintai dari pada 70 kali perang di jalan Allah.” [4] Abu Musa al-Asy’ari:لمجلس أجلسه مع عبد الله بن مسعود أوثق في نفسي من عمل سنة“Aku duduk belajar bersama Ibnu Mas’ud, itu lebih menenangkan hatiku dari pada beramal satu tahun.” [5] Hasan al-Bashri :لأن أتعلم باباً من العلم فأعلمه مسلماً أحب إلي من أن تكون لي الدنيا كلها أجعلها في سبيل الله عز وجل“Aku memahami satu masalah ilmu syariah, kemudian aku ajarkan ke muslim yang lain, lebih aku sukai dari pada aku memiliki dunia seisinya yan aku jadikan untuk infak fi sabilillah.”