Penulis: Admin
Jika ada jutaan nyawa binasa di abad 20, Joseph Stalin adalah salah satu orang yang harus bertanggungjawab. Dalam menegakkan ideologi Sosialisme dan kebijakannya, Stalin menggunakan tangan besi di “Negara Tirai Besi” Uni Soviet.
Stalin adalah pengamal setia ‘tarekat Marxisme-Leninisme’. Stalin menyebarluaskan paham ini ke luar Rusia lewat organisasi Komintern, termasuk support ke Partai Komunis Cina dan Partai komunis Indonesia.
Stalin adalah pahlawan Soviet dalam menghalau serangan pasukan Hitler yang menginvasi Rusia. Bahkan tentara merah-nya Stalin berhasil menguasai kota Berlin tahun 1945 dan mengakhiri Perang Dunia II. Seusai Perang Dunia Kedua, Uni Soviet dan Amerika Serikat membagi Semenanjung Korea (eks jajahan Jepang) menjadi dua; Korea Selatan untuk Amerika dan Korea Utara untuk Uni Soviet. Uni Soviet adalah salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan diplomatik kepada negara Israel yang baru dibentuk pada tahun 1948 tetapi setelah itu kecewa dengan hubungan mesra Israel dan AS. kemudian kebijakan Stalin berubah menjadi anti Yahudi.
Stalin berhasil membawa Uni Soviet menjadi negara adidaya dengan memimpin Blok Timur.
Melalui kebijakannya, banyak terjadi tindakan penindasan massal, anti-agama dan penghancuran tempat ibadah, pemusnahan etnis, ratusan ribu penghukuman mati, dan kebijakan pangan yang menyebabkan bencana kelaparan yang merenggut jutaan korban jiwa.
Trotsky pendiri tentara merah , salah satu kamerad kepercayaan Lenin, sering berselisih paham dengan Stalin bahkan sejak Lenin masih hidup.
Trotsky mengkritik Stalin “Yang lebih parah lagi, ia telah berubah menjadi sebuah rezim pemaksa yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah. Birokrasi bukan saja tidak menghilang, menyerahkan kursinya kepada rakyat, tetapi telah berubah menjadi sebuah kekuatan tak terkendali yang mendominasi rakyat. Angkatan bersenjata bukan saja belum digantikan oleh rakyat bersenjata, tetapi telah melahirkan sebuah kasta perwira yang teristimewakan, yang dimahkotai dengan pangkat marsekal, sementara rakyat, “pemanggul senjata dari kediktatoran” bahkan kini dilarang untuk membawa senjata non-eksplosif di Uni Soviet. Sekalipun kita berusaha memulurkan jangkauan imajinasi kita, kita tidak dapat membayangkan adanya hal yang lebih kontras antara skema Negara kelas pekerja yang dibayangkan oleh Marx, Engels dan Lenin, dengan Negara yang secara nyata kini dipimpin oleh Stalin”
Antara 1934-1939, Stalin memerintahkan eksekusi terhadap Oposisi kiri yaitu para pendukung Trotsky. Trotsky meninggal di Meksiko dengan kapak es menancap di kepalanya di tangan algojo suruhan Stalin, Ramón Mercader.
Tahun 1953, Stalin mati setelah berbagai tekanan hidup dan mengidap penyakit parah . ketika itu dia meninggalkan negara dalam keadaan krisis yang parah. Mayatnya diawetkan di Kremlin.
Bagi para pemujanya, Stalin adalah pahlawan sosialisme dan kelas pekerja. Sebaliknya, banyak pula yang mengutuknya sebagai rezim Otoriter dan diktator yang menyebabkan jutaan nyawa binasa.
Setelah konsolidasi para elit Partai Komunis, kepemimpinan Uni Soviet diserahkan pada Triumvirat. Triumvirat adalah kepemimpinan bersama yang terdiri dari Georgy Malenkov, Nikita Khrushchev, dan Lavrenty Beria. Misi utama mereka adalah mengganti kebijakan Stalin. Misi ini disebut De-Stalinisasi Uni Soviet.