Penulis: Admin
Assalamualaikum teman-teman.
Sudah pernah membaca buku 30 Jurus mengubah nasib yang ditulis oleh Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar? Jika sudah, tulisan ini dapat mengingatkan kembali memori teman-teman terhadap isi buku tersebut. Jika belum, tulisan ini akan memberikan pengetahuan mengenai hal apa saja yang harus kita ubah agar nasib kita juga berubah. Semua orang pasti ingin menjadi lebih baik bukan? Tentunya perbaikan itu membutuhkan perubahan.
Ada 30 sub tema dalam buku ini. Agar resensi ini lebih efektif, saya akan membagi resensi menjadi 6 bagian. Jadi, dalam setiap bagian saya akan membahas 5 sub judul. Selamat membaca.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka”
Lalu, hal apa saja dalam diri kita yang harus kita ubah agar nasib kita berubah?
-
Ubah Konsumsi Ada beberapa jenis konsumsi yang merupakan kebutuhan jasadiyah (makanan, minuman, pakaian), komsum si estetika (perhiasan), kebutuhan sosial (hiburan) dan kebutuhan spiritual. Dalam mengubah apa yang dikonsumsi, kita harus mengubah status yang dikonsumsi dan pola konsumsi. Dalam islam, ada dua syarat (status) dalam mengkonsumsi sesuatu yaitu halal dan thayyib / baik. Hal ini yang dapat menjadi pertimbangan kita dalam mengkonsumsi sesuatu. Selain mengubah status, kita juga harus memperhatikan pola konsumsi. Apakah konsumsi tersebut berlebihan atau sudah pas dengan diri kita. Tentu, sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.
-
Ubah posisi Pernah mendengar kalimat ‘posisi menentukan prestasi’? Perubahan posisi akan berdampak pula dengan nasib. Dalam sholat misalnya, laki-laki yang berada di shaf paling depan, tentu berbeda pahalanya dengan yang ada di belakang. Mengubah posisi tidak hanya dilakukan pada fisik tetapi juga pada mental. Sebagai seorang muslim, kita harus memiliki posisi mental sebagai hamba Allah yang beribadah kepada-Nya. Selain itu, kita juga harus mengubah posisi terhadap suatu peristiwa. Ketika ada musibah, apakah kita memposisikan diri sebagai korban, penonton atau sebagai penolong.
-
Ubah Donasi Setiap orang mampu melakukan donasi (sedekah). Bahkan senyum saja sudah merupakan donasi. Sekecil apapun donasi yang dilakukan dengan ikhlas, maka hal itu dapat mengubah nasib. Pernah mendengar kisah seorang pelacur yang masuk surga karena memberikan air minum kepada seekor anjing yang kehausan? Itulah kekuatan dari donasi.
-
Ubah referensi Referensi yang telah kita baca akan menjadi informasi yang terserap dalam otak. Tanpa referensi, seseorang akan diombang-ambingkan dengan pendapat orang lain.
-
Ubah frekuensi Dalam diri manusia, ada dua frekuensi yang mesti disamakan yaitu frekuensi perasaan dan akal. Ada orang yang secara akal tahu bahwa korupsi itu adalah haram dan tidak baik, namun lebih mementingkan perasaannya untuk memiliki harta lebih banyak, sehingga terjadilah tindakan korupsi. Selain perasaan dan akal, kita juga harus menyamakan frekuensi ketika berbicara dengan orang lain. Berbica hal terlalu tinggi sehingga orang lain tidak mengerti, tentu merupakan hal yang tidak baik. Untuk itu kita harus memperhatikan latar belakang orang dalam komunikasi tersebut. Sehingga tidak ada mis-komunikasi ataupun ketersinggungan. Rasulullah berkata “sampaikanlah islam dengan dengan bahasa yang dimengerti kaummu”.
6. Ubah asumsi Asumsi adalah anggapan yang dianggap benar. Seseorang dapat berasumsi terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Ada asumsi yang negatif, ada pula asumsi positif . Jika kita ingin berubah, ubahlan asumsi negatif menjadi positif dan ubahlah asumsi yang tidak rasional menjadi rasional yang berdasarkan Kitabullah, Sunnah Rasul maupun ilmu pengetahuan.
-
Ubah Informasi Informasi memiliki kekuatan untuk mengubah. Kita harus jeli dalam memilih sumber informasi yang tepat dan akurat. Saat informasi itu datang, nilailah dengan akal, apakah informasi tersebut bermanfaat? Jika iya, maka gunakanlah. Jika tidak, maka buang saja informasi tersebut.
-
Ubah Internalisasi Internalisasi adalah menghayati apa yang kita ketahui dan amalkan. Tanpa internalisasi, banyak amal dilakukan tanpa ruh, hanya seperti robot. Untuk itu, kita perlu menghayati apa yang kita amalkan. Misalnya dalam berwudhu, kita merasakan Allah sedang membersihkan dosa-dosa kita, begitu pula dengan sholat dan amalan lainnya.
-
Ubah Persepsi Persepsi adalah tanggapan atau penerimaan langsung dari suatu sumber serapan. Persepsi dihasilkan dari informasi yang masuk ke panca indera seseorang, lalu oleh otaknya dihubungkan dengan berbagai informasi yang ada sebelumnya. Sebagai seorang muslim kita harus melihat setiap kejadian yang menyenangkan atau menyusahkan sebagai ujian dari Allah.
10.Ubah Differensiasi Differensiasi adalah membuat perbedaan dalam dirinya dengan masa lalu atau dengan orang lain. Membuat perbedaan dengan masa lalu dapat dilakukan dengan berusaha untuk menjadi lebih baik. Sedangkan membuat perbedaan dengan orang lain dapat dilakukan dengan berlomba-lomba dalam hal kebaikan.
11. Ubah Differensiasi Differensiasi bermakna perbedaan. Perbedaan yang dapat kita buat adalah perbedaan diri kita dengan masa lalu dan perbedaan diri kita dengan orang lain. Perbedaan diri kita dengan masa lalu adalah menjadi orang yang lebih baik. Sedangkan, perbedaan diri kita dengan orang lain dapat dilakukan dengan berlomba-lomba dalam kebaikan.
-
Ubah Orientasi Orientasi adalah arah perjalanan hidup. Seharusnya, kita memiliki arah perjalanan hidup yang hendak dituju. Dengan demikian, kita pun harus mempersiapkan dan menyesuiakan diri terhadap arah hidup yang dituju.
-
Ubah Obsesi Capaian-capaian besar dalam sejarah selalu dimulai dengan orang-orang yang memiliki obsesi atau sesuatu yang ingin diwujudkan dalam hidup. Ada tiga kategori obsesi yang dapat kita buat yaitu; obsesi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Ada pepatah yang mengatakan “yang membuat banyak orang disebut gagal bukanlah karena ia gagal meraih target, tetapi ia menaruh target dengan mudah”. Untuk itu, milikilah obsesi ataupun merubah obsesi yang telah ada.
-
Mengubah Alokasi Apa yang ada di dunia serba terbatas. Untuk itu kita perlu mengubah alokasi sumber daya dalam hidup pada hal yang penting yang kita anggap vital dan urgen.
-
Ubah Zonasi Zonasi adalah menciptakan area yang lebih kondusif sesuai dengan keinginan kita. Dalam kehidupan kita perlu mengatur zona mental seperti ‘zona aman’, namun sisi lain kita tidak boleh terjerat dengan zona ini. Untuk itu, kita juga perlu menciptakan ‘zona tantangan’ untuk kemajuan diri.
-
Ubah Investasi Ada tiga jenis investasi yaitu; investasi internal, horizontal dan vertikal. Investasi internal adalah bagaimana seseorang membangun dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca, belajar dan hal positif lainnya. Investasi horizontal adalah bagaimana seseorang menjadikan dirinya bernilai di tengah-tengah manusia, bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Investasi jenis ini dapat dilakukan dengan bersikap ramah, profesional, tepat janji dan sikap positif lainnya. Sedangkan, investasi vertikal adalah bagaimana seseorang menjadikan dirinya pantas ditolong oleh Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
16. Ubah Kompetensi Kompetensi atau keahlian diperlukan untuk mengatasi berbagai macam masalah. Untuk menjadi muslim yang berubah lebih baik, seseorang harus memiliki kompetensi keislaman yang cukup, yang mampu mengantarnya menjadi orang yang bertindak independen, bersikap integratif, berbicara inspiratif dan berpikir inovatif. Kompetensi bisa didapatkan melalui pendidikan, orang lain dan kegagalan yang pernah dialami.
-
Ubah Kompetisi Dalam kehidupan ini setidaknya ada 2 kompetisi yang kita lalui. Pertama adalah kompetisi internal dimana kita mengalahkan ego, nafsu dan pencapaikan diri sebelumnya. Kedua adalah kompetisi eksternal dimana kita berhadapan dengan orang lain. Untuk berkompetisi dengan orang lain, kita perlu mempersiapkan diri dan mencari arena kompetensi yang lebih tinggi.
-
Ubah Relasi Relasi atau hubungan adalah sesuatu yang sangat diperlukan diantara manusia karena kita adalah mahluk sosial. Oleh karena itu, ada sebuah hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa berteman dengan penjual parfum akan berbeda dengan orang yang pandai besi. Maka dari itu perlu cermat dalam memilih dengan dan menjaga kualitas hubungan antar relasi. Motivasi yang paling baik adalah mencari teman yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah. Adapun untuk menjaga relasi dengan baik, maka perlu adanya ukhwuah dengan cara memberikan salam, menanyakan kabar, bersilaturahmi dan mendoakannya.
-
Ubah Kontribusi Ada empat sikap seseorang terhadap dirinya yaitu apatis, positif, produktif dan kontributif. Sikap apatis adalah hidup dengan pasrah seperti air yang mengalir. Sikap positif adalah orang yang berbuat sesuatu namun perbuatannya tersebut dilakukan karena adanya stimulasi dari orang lain. Selanjutnya adalah sikap produktif yaitu orang yang menghasilkan sesuatu. Dan tingkat sikap yang terakhir adalah kontributif dimana seseorang tidak hanya menghasilkan sesuatu, namun juga mengantisipasi keadaan.
-
Ubah Formasi Dalam kehidupan ini banyak pekerjaan yang membutuhkan kebersamaan. Dengan adanya kerjasama, maka suatu pekerjaan juga akan lebih mudah. Jika kita ingin berbagai rencana berjalan dengan baik, maka kita harus memilih formasi/barisan yang bagus. Salah satu caranya adalah dengan bergabung dengan komunitas yang sesuai.
21. Ubah Transaksi Transaksi adalah bentuk peralihan hak. Ada beberapa macam transaksi seperti jual beli, waris, hibah, tolong-menolong, pinjam-meminjam, sewa-menyewa dan sebagainya. Namun, sebenarnya setiap saat kita bertransaksi dengan Allah. Allah sudah berjanji akan membeli jiwa dan harta dengan surga. Tinggal apakah kita ingin menjadi orang-orang yang beruntung.
-
Ubah Tradisi Suatu aktifitas yang dijalankan secara rutin dalam periode tertentu, lama-lama akan membentuk kebiasaan. Kebiasaan ini jika diikuti oleh banyak orang, maka akan menjadi suatu tradisi. Yang menjadi persoalan adalah apakah tradisi itu positif atau negatif? Apakah ada landasan rasional atau ilmiahnya atau tidak? Untuk itu, kita perlu bertranformasi dari tradisi yang negatif menjadi positif. Tradisi yang tidak masuk akal menjadi tradisi yang masuk akal.
-
Ubah Rekreasi Manusia membutuhkan istirahat dari aktifitas utama agar kembali segar. Berbicara mengenai rekreasi, maka pikiran kita akan mengarah ke tempat rekreasi atau tempat wisata. Namun, ada rekreasi yang lebih istimewa dimana rekreasi ini dapat mengubah nasib seseorang, yaitu dengan merasakan nikmatnya tahajud, membaca Al-Qur’an, berdakwah dan kagiatan ibadah lainnya.
-
Ubah amunisi Untuk menghadapi perperangan, maka perlu adanya amunisi yang dipersiapkan. Jenis amunisi harus sesuai dengan perang yang dihadapi. Jika jaman dulu orang-orang berperang dengan menggunakan senjata. Maka pada perang modern ini, maka amunisi yang diperlukan adalah ‘softpower’ atau senjata intelektual. Akan tetapi, senjata intelektual harus dilandasi dengan ideologi yang kuat pula.
-
Ubah Valuasi Mengubah valuasi berarti mengubah cara menghargai sesuatu. Semua hal memiliki valuasi yang berbeda-beda. Mengubah valuasi dapat kita lakukan dengan mengubah fokus pada nilai-nilai material.
26. Ubah Koreksi Koreksi atau cara memperbaiki keadaan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu verifikasi dan validiasi. Verifikasi adalah cara dimana seseorang mencocokkan apa yang dilaporkan atau diinginkan dengan kenyataan yang dilakukan. Cara kedua adalah validasi yaitu mencocokkan bahwa apa yang dilakukan adalah hal yang sah. Tentunya, aktifitas koreksi harus ditingkatkan mutunya. Hanya mereka yang bersedia terus memperbaiki diri, akan juga memiliki wibawa untuk memperbaiki orang lain, memperbaiki masyarakat, bahkan memperbaiki dunia. Dan hanya mereka yang terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan Tuhan, akan terus memiliki sumber kekuatan untuk melakukan semua perubahan itu.
-
Ubah Estimasi Estimasi adalah pengukuran secara taksiran. Ada tiga macam estimasi adalah estimasi diri, lingkungan dan masa depan. Estimasi diri adalah menaksir apakah kita mampu melakukan sesuatu. Estimasi lingkungan berkaitan dengan menaksir jenis lingkungan sekitar. Estimasi masa depan tergantung dengan taksiran saat ini. Semua hal berasal dari estimasi. Untuk itu, kita perlu mengganggap hal yang ada disekitar kita lebih hebat daripada sesungguhnya agar kita tertantang untuk meningkatkan kapasitas diri. Jadi yang terpenting adalah berpikir besar (big think), dan segera dimulai meski dengan langkah-langkah kecil (small steps), asalkan kita bergerak cepat (fast move).
-
Ubah Konsentrasi Konsentrasi adalah fokus pada perjuangan. Konsentrasi akan berpengaruh pada perhatian, energi, waktu. Kita dapat melatih konsentrasi pikiran kita, agar ilmu sulit dapat dikuasai.
-
Ubah Kaderisasi Mempersiapkan generasi penerus (kaderisasi) adalah kunci keberhasilan perubahan. Kaderisasi juga kunci bagaimana capaian perubahan itu akan bisa dipertahankan. Kaderisasi dimulai dari edukasi. Para kader diasah agar memiliki jiwa yang dibutuhkan, ilmu yang diperlukan, dan keterampilan yang membuat mereka mampu mengatasi ujian-ujian kehidupan. Kemudian kader ini menerima pendelegasian tugas agar nantinya dapat meneruskan kepemimpinan sebelumnya.
-
Ubah Konsistensi Ada tujuh macam konsistensi. Pertama, konsistensi internal yaitu konsistensi pada diri sendiri. Kedua, konsistensi temporal yaitu konsistensi sepanjang waktu. Ketiga, konsistensi spasial adalah konsistensi di semua tempat. Keempat, konsistensi objektif yaitu konsistensi ke semua orang. Kelima, konsistensi subjektif yakni konsistensi dirinya meski dalam peran yang berbeda-beda. Keenam, konsistensi prosedural yakni konsistensi prosedur atau proses yang dilakukan. Ketujuh, konsistensi transedental adalah konsistensi seseorang atas pengakuannya bahwa dia adalah makhluk ciptaan tuhan, hamba Tuhan yang di tempatkan di dunia untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hanya mereka yang memiliki konsistensi transendental akan tetap bertahan di posisi yang sama, sekalipun dunia seisinya sudah meninggalkan konsistensinya.