Penulis: Admin
Cuitan2 gegabah beliau di twitter dan klarfikasi sejarah yg beliau tulis ttg Khalifah Al Walid Ibn Yazid, terkesan medan bacaan beliau hanya 2 sumber ini
- Taariikhul Islam wa Wafayaat Al Masyaahiir wal A’laam ( Al Imam Adz Dzahabiy),
- Tariikul Khulafaa’ (Al Hafizh As Suyuthiy ),
sayang sepertinya yang diungkap oleh Al Muarrikh Ibnu Taghri Bardiy dalam An Nujum Az Zahirah, Imam As Suyuthiy murni hanya menukil sikap dan komentar Imam Adz Dzahabiy,
berikut teksnya dalam Tarikhul Islam oleh Imam Adz Dzahabiy:
لم يصحّ عن الوليد كفر ولا زندقة نعم اشتهر بالخمر والتلوّط فخرجوا عليه بذلك
“Tidak ada riwayat yang shahih ttg kekufuran maupun kezindiqan Al Walid, mmg dia terkenal dgn minum Khamar dan melakukan hubungan sejenis (Liwath), karena itu banyak pihak ingin mengkudetanya”
Menurut saya, beliau (Nadirsyah Hosen) ketemu teks seperti ini, sangat mendukung narasi beliau Islam Yes Khilafah No, oleh karenanya beliau tidak melakukan Naqd / Kritik terhadap teks tersebut, tidak sabar utk berlama-lama dengan kitab sejarah yg lain. Sehingga dengan teks ini beliau meruntuhkan sakralitas sistem syariat_islam . Menurut saya ( kalaupun_benar) dalam teks ini justru menguatkan bahwa kalau bukan karena syariat islam, tidak mungkin banyak pihak2 dari kalangan keluarga al Walid, suku Qudha’ah, dan orang2 Yaman berani memberontak dan membunuhnya dikarenakan perbuatannya yg melanggar syariat.
Perlu diketahui, Al Walid dilantik jadi khalifah, kondisi negeri islam sedang kondisi labilnya, bahkan pakar sejarah menyatakan ini adalah awal runtuhnya Dinasti Umayyah.
Mari kita lihat komentar2 para sejarawan muslim yang lebih senior dari Imam Adz Dzahabiy, yaitu Imam Izzuddin Ibnul Atsir, sejawat beliau Al Hafizh Ibnu katsir, dll
- Al Allaamah Al Muarrikh Izzuddin Ibnul Atsir Beliau termasuk yg tidak mempercayai tuduhan / isu negatif yang berlebihan terhdap Al Waliid, tutur beliau
وقد نزّه قومٌ الوليدَ مما قيل فيه وأنكرونفوه عنه، وقالوا: إنه قيل عنه ألصق به ليس بصحيح
“Para Muarrikhun membersihkan nama baik Al Walid dari isu2 negatif, mereka mengingkarinya dan menafikannya, mereka berata: Semua isu2 negatif ttg al Walid tidak benar”
Beliau ( Imam Ibnul Atsir ) meriwayat pembicaraan yg terjadi antara al Walid dgn salah seorang pemberontak Yazid Ibn Anbasah:
فقال: إنا ما ننقم عليك في أنفسنا، إنما ننقم عليك في انتهاك ما حرم الله، وشرب الخمر ونكاح أمهات أولاد أبيك، واستخفافك بأمر الله
“Yazid Ibn Anbasah berkata: Kami tidak membencimu karena perlakuanmu thdp diri kami, kami membencimu karena kamu telah melanggar larangan Allah, minum khamar, menikahi ibu tirimu, dan meremehkan perintah Allah”
Jawaban al Walid
حسبك يا أخا السكاسك، فلعمري لقد أكثرت وأغرقت، وإن فيما أحلّ الله سعة عما ذكرت
“Cukup wahai orang Saksakiy, anda terlalu banyak bicara dan larut dalam kebohongan. Sesungguhnya Apa yang dihalalkan oleh Allah lebih luas dan lapang dari apa yang kamu sebut tadi”
- al Muarrikh Ibnu Khaldun ( Tarikh Ibni Khaldun/ Al Ibar wa Diwaanul Mubtada’ wal Khabar)
ولقد ساءت القالة فيه كثيرا، وكثير من التاس نفوا ذلك عنه، وقالوا: إنها من شناعات الأعداء الصقوها به
“Banyak isu2 negatif dinisbahkan kepada al Walid, dan banyak pula yg menolaknya,para sejarawan berkata: isu2 negatif tersebut adalah rekayasa musuh2 politiknya”
- Al Muarrikh Ibnu Taghribardiy ( An Nujum Az Zahirah Fi Akhbari Mishra wal Qahirah)
Beliau mengomentari ttg isu2 yang dilancarkan terhadap Khalifah al Walid:
ذكر عنه بعض أهل التاريخ أمورا استُبعِد وقوعها
“Sebagian ahli sejarah menyebutkan hal-hal ttg al Walid yang mustahil terjadi pada diri seorang khalifah”
- Al Hafizh Ibnu Katsir ( Al Bidayah wan Nihaayah )
Beliau menukilkan sebuah riwayat dari Abu Darda’, setelah panjang lebar memaparkan biografi al Walid,:
إذا قتل الخليفة الشابّ من بني أمية بين الشام والعراق مظلوما لم تزل طاعة مستخفّا بها ودما مسفوكا على وجه الأرض بغير حق
“Jika sampai terbunuh seorang Khalifah Muda dari Bani Umayyah antara Syam dan Iraq dalam keadaan terzalimi, maka ketaatan thdp pemimpin akan selalu diremehkan dan akan banyak darah tertumpah tanpa alasan yg dibenarkan syariat”
Qultu:
bahkan al Imam Izzuddin Ibnul Atsir menceritakan bahwa di hari beliau akan dibunuh beliau sedang membaca Al Qur’an, seraya berkata:
يوم كيوم عثمان
“Hari ini persis seperti hari terbunuhnya Utsman Ibn Affan”
Beliau dibunuh saat membaca al Qur’an, persis seperti terbunuhnya Khalifah Utsman ibn Affan.
Beberapa catatan penting:
-
Tidak sedikit sejarawan terprovokasi arus kebencian politis yang dibangun oleh Banil Abbas terhadap Bani Umayyah, oleh karenanya kita akan menjumpai hal-hal yang diluar nalar, saat membaca buku hitam Dinasti_Umayyah, mmg tidak bisa dipungkiri begitu banyak kezaliman Bani Umayyah, namun hal itu tidak menyurutkan kita utk berlaku adil serta bersabar dalam menyimpulkan fakta sejarah.
-
Semua Sejarawan Ijma’ / sepakat bahwa Khalifah al Walid ibn Yazid ibn Abdil Malik terkenal larut dalam kelezatan dan kenikmatan dunia, namun tidak seorang pun dari mereka yang meriwayatkan status GAY beliau kecuali Imam Adz Dzahabiy, point ini mesti kita kritisi dan membandingkannya dgn berbagai sumber.
Bahkan Al Hafizh Ibnu Katsir setelah menceritakan panjang lebar mengenai glamornya kehidupan al Walid beliau akhiri dgn kalimat Wallahu A’lam, ""hal yg tidak beliau lakukan saat menulis biografi tokoh islam yg lain"", artinya beliau belum terlalu yakin akan isu2 negatif yg berlebihan tersebut.
Wallahu A’la wa A’lam
https://www.facebook.com/harif.supriady/posts/2866447550038154