Penulis: Adi Victoria
Oleh: Adi Victoria
Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنْ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
Rasulullah saw bersabda : Seseorang melewati dahan pohon yang berada di atas jalanan, maka ia berkata, “Demi Allah! Sungguh aku akan menyingkirkan dahan ini dari jalan kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka.” Orang ini pun dimasukkan ke dalam surga. (shahih Muslim hadits nomor 4744 dalam bab بَاب فَضْلِ إِزَالَةِ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ)
Jika menyingkirkan dahan dari jalan karena peduli dengan nasib kaum Muslim yang lain saja akan menghantarkan ke dalam syurgaNya Allah, lantas bagaimana dengan mereka yang memikirkan urusan kaum Muslim dengan cara berdakwah?
Dakwah yang dilakukan dalam rangka ihtimam bi amril muslimin (peduli dengan urusan kaum Muslim).
Berdakwah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah, dibawah institusi khilafah. Sehingga dengannya kemudian Islam dan umat nya akan benar-benar menjadi umat yang mulia, menjadi sebaik-baiknya umat (khoiru ummah).
Semoga dengan dakwah yang dilakukan tersebut, dengan disertai keikhlasan, akan menghantarkan para mereka (para pengemban dakwah) ke dalam syurgaNya Allah Ta’ala. Aamien.