Penulis: Admin

Karl Marx dan Engels merumuskan Marxisme. Namun, adalah Lenin, yang membawa pemikiran itu menjejak ke realitas. Menjadi sebuah aksi nyata. Lenin berhasil mengerahkan revolusi para Soviet (Dewan buruh dan prajurit yang desersi) pada Kekaisaran Rusia. Pada tahun 1917, terjadilah Revolusi Bolshevik dan Lenin berhasil mengambil alih kekuasaan membentuk persatuan para Soviet.

Lenin memandang bahwa masyarakat tidak dapat mengubah keadaan negara saat itu menjadi masyarakat komunis. Perlu ada masa peralihan yang disebut periode sosialisme, sehingga perhatian utamanya adalah bagaimana mengubah Rusia menjadi masyarakat sosialis.

Bolshevik mengubah nama resmi mereka dari “Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia” menjadi “Partai Komunis Rusia” dan juga untuk menegaskan tujuan utamanya, yaitu sebuah masyarakat komunis. Lenin merupakan seorang anti-imperialis, dan ia meyatakan bahwa semua bangsa berhak untuk menenentukan nasib sendiri. Sebagai seorang internasionalis, Lenin mendorong penyebaran ideologi Sosialisme ke seluruh dunia lewat Komunisme Internasional untuk mewujudkan satu tatanan baru, masyarakat dunia tanpa kelas dan terbentuk satu pemerintahan dunia.

Dalam prakteknya implementasi ideologi ini oleh negara : tekanan, intimidasi, kekerasan, menggoyang, merobohkan, provokasi, benturan, revolusi dan mengacaukan masyarakat adalah sarana yang digunakan.

Para Soviet ini ternyata hanya minoritas. Kaum tani tidak banyak mendukung kebijakan Lenin. Lenin memerintahkan pendirian Komisi Darurat untuk memberantas KONTRA-REVOLUSI termasuk para tokoh agama.

Setelah tahun 1924 Lenin meninggal, Lenin adalah tokoh kultus bagi masyarakat di Uni Soviet. Tulisan-tulisannya bagaikan kitab suci bagi mereka.Ketika penemuan mumi Fir’aun Tutankhamun di Mesir pada 1922, para tokoh komunis Soviet terinspirasi untuk membalsem Lenin yang meninggal. Jasadnya diawetkan dengan balsam dan ditaroh di Mausoleum dekat Istana Kremlin. T Leninisme menginspirasi pergerakan revolusioner abad 20 seperti Stalinisme, Maoisme, Pemikiran Ho Chi Minh, dan Castroisme di Kuba. Parta-partai berhaluan Sosialisme juga banyak menduduki kursi parlemen di Timur Tengah karena populer dengan anti imperialisme.

Kepemimpinan Lenin digantikan Stalin, yang berjuluk ‘Manusia Baja’ dan jutaan darah tertumpah ke bumi