Penulis: Admin

Catatan Kajian Alumni Ma’had, Ngaji Kitab at-Tanwir fi Isqath at-Tadbir, karya Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari rahimahullahu ta’ala (Pertemuan 1, 10 Mei 2023)

Hakikat Iman hanya bisa diraih melalui dua hal, yaitu mengerjakan perintah-Nya dan menerima ketentuan-Nya. (hlm. 20)

Iman Sejati = Berserah Diri

Firman Llah dalam ayat yang pertama yakni: “Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka berhukum kepadamu atas perkara yang mereka perselishkan.” (QS. An-Nisa: 65). Ayat ini menunjukan bahwa iman sejati hanya bisa diraih oleh orang yang sepenuhnya berhukum kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dalam mengambil maupun meninggalkan, dalam mencintai maupun membenci. Termasuk dalam hukum taklif (pembebanan) dan tashrif (pengaturan), seorang muslim harus berserah diri dan tunduk pada keduanya. (hlm. 20)

Taat

Dan siap saja yang ingin wushul (sampai) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Haruslah datang melalui pintu-Nya lewat keberadaan sebab-sebab-Nya. (hlm. 18)

Akan Diatur Allah

Sungguh seorang ahli ma’rifat berkata: “Siapa yang tidak ikut mengatur, segala urusannya akan diaturkan untuknya”. (hlm. 20)

Tidak Ikut Mengatur

Hal paling penting yang harus ditinggalkan, dijauhi, dan disucikan darinya adalah ikut mengatur/ikut campur dalam pengaturan-Nya dan menentang ketentuan-Nya. (hlm. 18)

Pasrah

Dia (Allah) bukakan taman kedekatan dan dia hembuskan semerbak kedekatan hati mereka. dia perlihatkan kepada mereka pengaturan-Nya yang telah berlaku atas mereka sehingga merekapun menyerahkan kendali kepada-Nya. Dia singkapkan kepada mereka kelembutan karunia penciptaan-Nya, kecuali dengan sikap ridha, dan tidak akan mencapai penghambaan sejati kecuali dengan pasrah pada ketentuan-Nya. (hlm. 17)