Penulis: Admin

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam, namun sayangnya tak pandainya pemerintah mengolah sumber daya tersebut, membuat asing dan aseng merasa ini adalah kesempatan yang sangat menggiurkan. Mereka berusaha menancapkan kuku-kuku mereka untuk menjajah Indonesia.

Pemerintah Indonesia dengan piawainya membuka peluang untuk Asing dan Aseng menguasai aset negeri ini tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya bagi rakayat Indonesia. Sebagai contoh penambangan yang dilakukan , tambang emas yang berada di Papua dari zaman era orde lama dan refomarmasi dipegang oleh Asing, memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyrakat Papua. Masyarakat Papua yang seharusnya bisa menikmati kekayaan alam mereka, hanya bisa gigit jari melihat kekayaan alam mereka dikeruk dengan rakusnya oleh para penggila harta. Mereka hanya mampu menikmati limbah-limbah yang tidak dikelola dengan baik. Menurut temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang dirilis pada 2017, nilai kerugian lingkungan mencapai 185 triliun, kerusakan terjadi karena tidak layaknya penampungan tailing di sepanjang Sungai Ajkwa, kabupaten Mimika, Papua. Freeport telah membuang limbah tambang area hulu sungai Ajkwa sejak 1995. Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton, menurut perhitungan BPK rata-rata 230 ribu ton limbah dihasilkan setiap hari. Maklum, dari seluruh tanah yang dikeruk dan diolah perusahaan tambang ini, hanya 3 persen yang mengandung mineral. Sisanya sebagian besar dibuang. Melimpahnya tailing1 Freeport menyebabkan pencemaran air serta kerukan hutan dan kebun sagu. Masyarakat setempatpun terisolir. (Tempo.co/Menanggung Dampak limbah Feerport/ )

Karena pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik dan merusak aliran sungai Ajkwa, mengakibatkan penduduk suku Komoro kehilangan mata pencahariannya sebagai nelayan, karen a sudah pasti dampak limbah akan merusak ekosistem air. Sungguh ironis bukan … ??!

Fakta yang tidak kalah menghebohkan lagi dapat kita saksikan dalam tayangan film dokumenter “ Sexy Killer” yang rilis di Youtube menjelang pilpres 2019. Sexy Killer sebenarnya hanya sebuah film dokumenter yang merekam aktivitas pertambangan dan masyarakat sekitarnya yang mau tidak mau terkena imbas berupa kerusakan rumah, lahan, hingga air minum.

Dalam Film tersebut tersaji berjuta-juta hektar tanah yang telah gundul dengan beksa galian yang dibiarkan begitu saja. Dengan lokasi tambang yang berada persis disekitar pemukiman warga, meyebabkan beberapa rumah warga, mengalami kemiringan hingga hancur total. Jalanan banyak yang pecah dan amblas. Bahkan air yang diminum oleh warga sekitar juga tidak lagi bening lagi, melainkan berwarna keruh. Daan yang paling na’as adalah banyak anak-anak yang kehilangan nyawanya akibat jatuh ke lubang galian yang berada persis di dekat sekolah.

Lantas siapa yang harus disalahkan di sini ? Pemierintah? Atau pemilik perusahaan? Kedua pihak tersebut tampak acuh pada kondisi yang menimpa warga.

Dari rekaman wawancara pada Gubernur Kalimantan Timur, terlihatbahwa beliau hanya mengatakan “ nasib” dan “ turut prihatin” pada anak-anak yang menjadi korban dari lubang galian tersebut. Padahal menurut peraturan Menteri Lingkungan Hidup jarak minimal lubang galian dengan pemukiman warga adalah 500 meter, namun dalm filim sexy killer, kita dapat melihat bahwa jangkauan kurang dari 100 meter.

Luar biasa sekali peraturan yang dibuat oleh manusia dilanggar oleh manusia, hanya untuk kepintingan segelintir elit konglomerat yang haus akan harta dn kekuasaan.

Fakta yang menarik lagi dalam film tersebut adalah setelah batu bara ditambang, dimasukkan ke tonkang-tongkang untuk dikirim ke PLTU. Lagi-lagi pembangunan PLTU memakan banyak perselisihan. Para petani yang direbut sawahnya secara paksa, nelayan yang ikannya hilang akibat tongkang batu bara yang melintasi lautan, dan yang paling parah adalah asap pembakaran alias limbah B32 yang mengandung senyawa mematikan dan menimbulkanpencemaran tanah, tumbuhan, bahkan udara sehingga membawa penyakit bagi warga sekitar seperti batuk, sesak napas, asma, hingga kanker nasofaring ( bagian atas tenggorokan). Bahkan berdasarkan penelitian Green Peac ( 2015), PLTU Indonesia sudah menyebabkan kematian premature 6500 jiwa setiap tahunnya.

Apakah masyarakat diam dan pasrah? Tentu saja tidak. Beragam aksi dan demontrasi dilancarkan pada perusahaan PLTU yang telah mengancam keselamatan mereka. Namun hasilnya gugatan mereka lebih banyak ditolak di pengadilan, bahkan beberapa dari mereka berakhir di penjara.

Mengapa bisa berakhir seperti itu ?

Mari kita baca secara seksama siapa dalang dibalik aktivitas penambangan tersebut.

Dari perusahaan PLTU tersebut ada PT Adaro dengan nama terungkap seperti Sandiaga Uno, Erwin Suryadjaya, Teddy Rachmat, Benny subianto, dan Garibaldi Thohir. Kemudian ada PT Rakabu Sejahtera, dimana Gibran Rakabuminingrat (Putra pertana presiden Jokowi) pernah menjadi pemegang saham dan komisaris lalu digantikan oleh Kaesang Pangareb. PT Rakabu sejahtera adalah perusahaan meuble yang mempunyai berbagai aktivitas seperti konstruksi, pembebasan lahan, hingga pengembangan wilayah sehingga sering berhubungan dengan grup perusahaan tambang PT. Toba Sejahtera yang dimiliki oleh Luhut Panjaitan ( Menteri Kemaritiman ). Nama Prabowo pun ada dalam deretan pemilik perusahaan tambang, tercatat Prabowo memiliki 8 perusahaan tambang di Kalimantan Timur.lalu sandiaga Uno di PT Saratoga Investama Sedaya, PT. Adaro, lalu ada Hasyim Djojohadikusumo ( adik Prabowo) di PT Hitam Perkasa, dan Ferry Musyidan Baldan ( BPN 02) pemilik 3 perusahaan tambang di Berau. Anehnya , perusahaan-perusahaan tambang yang telahmenelan banyak korban tersebut juga mendapat label halal sehingga mempunyai syariah di pasar modal.

(sumber : Artikel “ Sexy Killer”, Film Romantisme Tambang dan Para Elit Politik)

Dari kedua fakta penambangan tersebut baik emas ataupun batu bara, kita dapat menyaksikan secara gamblang bahwa begitu rusaknya para pejabat pemerintahan yang konon katanya kekuasaan itu adalah ejahwantah rakyat kepada mereka, artinya merek seharusnya bekerja untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kesejahteraan segelintir pengusaha atau bahkan untuk kesejahteraan diri mereka pribadi. Apakah hanya emas dan batu bara yang kini dikuasai oleh segelintir oknum, tentu saja tidak : kita ambil contoh air yang kini dikusai oleh Danone, Minyak Bumi yang dikusai oleh Chevron, Exxon Mobile Cepu dan masih banyak lagi perusahaan asing yang mencengkeram sumber daya alam Indonesia.Luar biasa bukan mereka jual milik anak negeri ini tanpa bersalah, rakyat menjerit penuh luka tapi mereka masih bisa tersenyum manis. Mungkin kita yang tidak mengalami akan mengatakan bahwa Idonesia baik-baik saja, karen kita tidak merasakan efek dari aktivitas kerakusan mereka yang telah menelan begitu banyak nyawa.

Sesungguhnya Allah telah berfirman dalam TQS. Ar-rum ayat 41 :

عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41)

Berbagai kerusakan yang terjadi di muka bumi ini khususnya di Indonesia adalah akibat ulah seb agian manusia yang haus akan kekayaan dan minim akan ilmu agama, atau mungkin mereka tahu ilmu agama lebih daripada kita, tetapi karena dibutakan oleh nikmat dunia maka mereka singkirkan ranah agama dalam urusan bisnis dan politik.

Mungkin saat ini mereka yang telah merampas kehidupan rakyat belum merasakan dampak bagi diri mereka, tetapi tangisan rakyat yang terdzolimi adalah senjata ampuh yang menembus arsy- Nya Allah. Mereka secara sadar telah menggadaikan amanah rakyat hanya untuk kenikmatan dunia. Padahal sungguh perih siksa Allah bagi para pengusa yang tidak amanah terhadap kaum yang dipimpinnya.

Dari beberapa hadis telah menerangkan tentang gamabaran pemimpin yang dzolim, seperti :

Menjadi Manusia yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Allah Menelantarkannya pada Hari Kiamat dan Tidak Mengampuni Dosa-Dosanya

Sebuah riwayat dari Abu Hurairah radiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur.” (HR. Muslim)

**Akan Dimasukkan ke Dalam Neraka serta Diharamkan Syurga Baginya **

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad)

Naudzubillah tsumma naudzubillah…

Semoga kita tergolong pemimpin yang dengan amanah memimpin dengan apa yang kita pimpin. Aamiin.

Lalu apa yang harus kita lakukan …???

Saatnya kita harus membuat perubahan secara masif dan menyeluruh, yaitu dengan mengubah sistem jahiliyah yaitu Kapitalis menjadi sisitem Islam yang kaffah.

Sistem Islam yang dibingkai dengan Khilafah adalah sistem yang bersumber dari Allah yang telah menciptakan umat manusia dan segala makhluk yang ada di muka bumi ini, yang artinya semua peraturan yang Allah firmankan dalam Alquran sudah pasti cocok dengan kita makhluk ciptaan Allah.

Dalam penciptaan manusia , Allah telah berfirman dalam QS Baqarah 32-33

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلُُ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً**…**

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” 

Artinya Allah telah memeberikan amanah kepada manusia untuk menjadi Kholifah di bumi ini untuk mengatur penggunaan apa-apa yang Allah ciptakan sesuai dengan tuntunan Alquran dan As sunnah.

Pemimpin yang seperti ini dapat kita temui insyallah dalam sistem Khilafah yang seluruh pengaturannya bersumber dari Alquran dan As Sunah.

Untuk pemanfaatan sumber daya alam dalam Islam haruslah diolah oleh pemerintah untuk kesejahteraan rakyat, tidak boleh dikuasai oleh individual, pengusaha swasta , bahkan tidak boleh diserahkan kepada Asing untuk dikelola, seperti yang dilakukan pada saat ini.

Jika sumber daya alam yang merupakan hajat hidup rakyat dikusai oleh pihak tertentu, alhasil rakyat hanya akan mendapatkan kerugian-kerugian yang sangat tidak manusiawi.

Dalam Islam sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup khalayak umum tidak boleh dimiliki oleh siapa-siapa.

Artinya tidak boleh diperjual belikan apa-apa yang menjadi milik ummat, hanya boleh dikelola dan hasilnya dikembalikan ke ummat. Dengan pengelolan yang bijak pastinya dan tidak merugikan bahkan mengancam jiwa ummat.

Foot Note :

Tailing adalah limbah batuan atau tanah halus sisa-sisa dari penggerusan dan pemisahan mineral berharga ( tembaga, emas, perak) dengan bahan tambang. Tailing terdiri dari 50 % pasir halus dan 50 % lempung.

B3 adalah Bahan Berbahaya dan Beracun yang dihasilkan saat pengolahan barang tambang seperti batu bara.  

HS