Penulis: Admin
Mungkin sudah puluhan kali ketika kita berdakwah, ada orang-orang yang mungkin sudah muak dengan dalil-dalil AlQur’an dan Hadist Rasulullah yang disampaikan berkata dakwah itu jangan hanya dalil saja, tetapi berdakwah jugalah dengan memberikan contoh dengan akhlak.
Pernyataan bahwa berdakwah juga harus diikutkan akhlak pengemban dakwahnya adalah benar, tetapi mengajak orang kepada Islam dengan akhlak adalah tidak tepat.
Karena dakwah adalah aktivitas yang berupa seruan/ucapan untuk mengajak kepada Islam, sementara akhlak adalah sesuatu yang melekat di dalam amal perbuatan seorang Muslim mengejewantah kepada sikap, perkataan dan perbuatannya.
Seorang Muslim, dia sedang berdakwah atau tidak berdakwah, dia wajib mempunyai akhlak Islamiyah, karena itu merupakan perintah dari Allah Ta’ala bagian dari keimanan Islamnya untuk taat kepada syariat Nya. Apalagi kalau dia merupakan seorang da’i, maka akhlak Islamiyah adalah suatu keharusan baginya, karena objek dakwahnya akan menilai apakah dia sejalan dengan apa yang dia sampaikan, apakah perkataannya sejalan dengan akhlaknya. Walaupun begitu dari sisi orang-orang yang didakwahi, dia mengambil kebenaran Islam haruslah semata-mata dari kebenaran itu sendiri yang harus diambilnya bukan karena akhlak dari orang yang menyeru dirinya kepada kebenaran.
Jadi antara aktivitas dakwah, dengan aktivitas akhlak adalah dua aktivitas yang berada pada daerah berbeda. Dakwah kepada Islam, adalah aktivitas yang berupa seruan, pernyataan, perkataan, sementara akhlak nilai yang terkandung pada setiap perbuatan fisiknya. Dakwah kepada Islam adalah seruan kepada Islam itu sendiri, yang mana seruan kepada AlQur’an dan Sunnah. Yang mana mau tak mau, kalau kita menyeru kepada Islam, tentu kita harus menggunakan AlQur’an dan Sunnah sebagai subjek seruan kita. Dan AlQur’an dan Sunnah itu mau tak mau yang disebut dengan dalil. Walhasil, yang namanya dakwah kepada Islam, adalah dakwah yang menyeru kepada AlQur’an dan Sunnah, yang mana mau tak mau yang namanya dakwah tetap harus menggunakan hujjah yang mana terdapat dalil-dalil dari syariat di dalamnya.
Mendakwahkan Islam dengan akhlak para da’i nya adalah aktivitas yang sangat riskan sekali. Selain tidak diperbolehkan mengambil kebenaran dari sikap seseorang, dan kebenaran itu haruslah berdasarkan kebenaran itu sendiri, lalu bagaimana caranya seseorang da’i akan memperlihatkan amal sholehnya kepada manusia, sementara aktivitas ibadah di dalam Islam diharuskan diperuntukkan ikhlas semata untuk Allah Ta’ala. Cukuplah akhlak Islam menjadi keharusan setiap individu Muslim, yang harus dipunyainya, diamalkannya, tanpa harus membanggakannya kepada sesama manusia.
AlKisah, dikarenakan diharuskan juga untuk berdakwah dengan akhlak, seseorang akhirnya memposting video ketika dia sholat, ketika dia bersedekah, dan ketika dia berada di tengah para ulama, untuk memperlihatkan kalau dia itu mempunyai akhlak yang luar biasa. Setiap dia mau memperlihatkan akhlakul karimahnya, dibuatlah skenario, disiapkan kamera, di edit videonya, lalu ditampilkan di sosial media. Rupanya dia bukan seorang pengemban dakwah, tetapi politisi yang lagi pencitraan karena ini sudah tahun 2019.
Wallahualam bishawwab