Penulis: Admin

Jika hari ini kita mengetahui sejarah bahwa Hindustan, Andalusia, ataupun Asia Tengah pernah berdiri peradaban Islam maka salah satu yang berandil dalam futuhat negeri-negeri tersebut terjadi pada masa kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan dan Walid bin Abdul Malik dari Bani Umayyah. Terlepas dari kesedihan dan kengerian pada masa itu yang terjadi pada para sahabat, tabi’in, dan dzuriyat Nabi di negeri Irak, Mekah, dan Madinah.

Pada masa itu ada tiga ksatria yang terkenal.

Yang pertama bernama Musa bin Nushair. Beliau berhasil membebaskan Andalusia di semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) dari kerajaan Visigoth yang zalim. Beliau memiliki strategi memadukan kekuatan orang Arab dan orang Barbar. Pada masa Walid tahun 715 M beliau berhasil menaklukkan daratan Spanyol. Musa memberikan kebebasan yang sangat luas terhadap penduduk di daerah yang ia taklukkan untuk mengamalkan ajaran agamanya masing-masing dengan syarat membayar jizyah. Jihad direncanakan terus merangsek ke Perancis hingga kota Roma di Italia. Namun sebelum tujuan itu terlaksana, Musa bin Nushair disuruh untuk menghadap Khalifah di Suriah. Jihad ke Perancis dilanjutkan beberapa tahun kemudian oleh Abdurrahman al Ghafiqi, namun pasukan kaum Muslimin kalah dalam Battle of Tours yang berlangsung 8 hari di Perancis.

Yang kedua bernama Qutaibah bin Muslim. Beliau berhasil membebaskan Transoxania (Samarkand, Khawarizm, dan Bukhara) dan jalur Asia Tengah pada tahun 715 M dari pengaruh kabilah-kabilah Turki pra Islam maupun etnis Tiongkok yang terkenal tangguh dalam bertarung. Penduduk Transoxania yang awalnya beragama pagan dan beragama Budha, bersedia masuk Islam . Pasukan Qutaibah tidak berhenti sampai di sana, tetapi terus merangsek ke depan hingga kelak sampai di perbatasan Cina, Kashgar. Kekaisaran Tiongkok yang saat itu dipegang Dinasti Tang yang militernya terkenal sangat tangguh bahkan meminta perundingan. Keadaan ini dimanfaatkan untuk memastikan jalur perdagangan di Asia Tengah aman dan sekaligus menyebarkan Islam kepada orang-orang Tiongkok.

Yang ketiga bernama Muhammad bin Qosim. Beliau berhasil membebaskan Sind dan Punjab di tanah Hindustan tahun 711 M. Beliau berhasil memimpin pertarungan sengit melawan pasukan bergajah Raja Dahar, menyeberang Sungai Indus dengan strategi menjadikan perahu-perahu sebagai jembatan. Sind berhasil dibebaskan. Pembebasan ini didukung oleh orang-orang Hindu dan Budha yang ada disana karena penghargaan dan toleransi yang tinggi dari Muhammad bin Qosim serta konsep Islam yang tidak mengenal kasta. Pembebasan Sind ini akan sangat berguna membuka jalan nanti bagi kesultanan Ghazni untuk membebaskan Islam hingga India.

Dalam kajian sejarah, suatu negara yang sanggup menaklukkan beberapa negeri yang saling berjauhan dalam waktu yang berdekatan merupakan sebuah keajaiban.