How the Economic Machine Works: “A Transactions-Based Approach”

  • Ekonomi sederhananya terbentuk dari kumpulan banyaknya transaksi-transaksi yang terjadi.
  • Transaksi terdiri dari pembeli menyerah uang (atau kredit) kepada penjual, dan penjual memberikan, barang, jasa atau aset finansial kepada pembeli sebagai imbalannya.
  • Pasar terdiri dari semua pembeli dan penjual melakukan pertukaran barang yang sama, contohnya, pasar gandum terdiri dari orang yang berbeda melakukan transaksi yang berbeda untuk alasan yang berbeda dari waktu ke waktu.
  • Ekonomi terdiri dari semua transaksi-transaki yang banyak, yang berada di dalam pasar-pasarnya yang juga banyak.
  • Dalam “Pendekatan Berbasis Transaksi” untuk memahami atau memprediksi harga, kita hanya perlu memprediksi total uang+kredit yang dibelanjakan ( / Total Q*
  • Sedangkan dalam perspektif trandisional, bahwa suplai dan permintaan diukur dalam kuantitas dan hubungan harga di antara keduanya dijelaskan dalam hal elastisitas.
    • Elastisitas

      Dalam ekonomi tradisional, elastisitas adalah konsep yang menggambarkan seberapa sensitif permintaan dan suplai terhadap perubahan harga. Berikut cara elastisitas berhubungan dengan konsep permintaan dan suplai:

      Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand) menunjukkan seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta ketika harga barang tersebut berubah. Jika permintaan suatu barang elastis, maka kenaikan harga sedikit saja bisa menyebabkan penurunan besar dalam jumlah yang diminta (contoh: barang mewah). Jika permintaan inelastis, jumlah yang dibeli tidak berubah secara signifikan meskipun harga naik (contoh: obat-obatan esensial).

      Elastisitas Harga suplai (Price Elasticity of Supply) menunjukkan seberapa besar jumlah barang yang ditawarkan berubah ketika harga barang tersebut berubah. Jika suplai elastis, produsen bisa dengan cepat meningkatkan produksi ketika harga naik (contoh: barang manufaktur). Jika suplai inelastis, produksi sulit ditingkatkan dengan cepat (contoh: hasil pertanian yang bergantung musim).

      Elastisitas sangat penting dalam pengambilan keputusan bisnis, penetapan harga pajak, serta analisis pasar.

  • Ringkasnya bagaimana mesin ekonomi bekerja:
    • Semua perubahan di dalam aktivitas ekonomi dan semua perubahan di dalam harga pasar keuangan disebabkan oleh perubahan jumlah 1) uang atau 2) kredit yang dihabiskan untuk mereka -pasar keuangan- (total $), dan jumlah barang yang terjual ini -pasar keuangan- (total Q).
    • Untuk menyederhanakan, mari kita kelompokan pembeli dalam bebarapa kategori besar. Pembelian dapat muncul dari 1) sektor privat atau 2) sektor pemerintahan. Sektor privat
  • kita lihat bagaimana perbedaan besar antara pandangan tradisional dan pandangan berbasis-transaksi.
    1. Cara tradisional dalam melihat hubungan antara suplai, permintaan, dan harga adalah dengan mengukur suplai dan permintaan lewat angka kuantitas yang sama—artinya, pada titik tertentu, jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan (itulah jumlah yang benar-benar dipertukarkan). Harga sendiri dijelaskan berubah-ubah melalui sesuatu yang disebut “kecepatan” (velocity).

      • Velocity

        Dalam konteks ini, “velocity” (kecepatan) menggambarkan seberapa cepat harga berubah untuk menyeimbangkan antara permintaan dan suplai.

        Misalnya:

        Kalau banyak orang ingin membeli suatu barang (permintaan naik), tapi jumlah barangnya tetap, maka harga akan naik. Velocity di sini menunjukkan seberapa cepat harga naik untuk menyesuaikan kondisi itu. Begitu juga sebaliknya—kalau permintaan turun atau suplai naik, harga bisa turun, dan velocity menunjukkan seberapa cepat itu terjadi.

        Jadi, daripada melihat harga sebagai hasil tetap dari permintaan dan suplai, pendekatan ini melihat harga sebagai sesuatu yang bergerak dinamis untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.

        Bayangkan kamu sedang di pasar ikan.

        Ada 10 ekor ikan, dan 10 orang yang ingin beli.

        Penjual pasang harga Rp20.000 per ekor. Semua orang setuju, semua ikan terjual. Ini berarti permintaan = penawaran, dan harga stabil.

        Sekarang bayangkan tiba-tiba 20 orang datang, semua pengen beli, tapi ikannya tetap cuma 10.

        Penjual melihat banyak yang berebut, lalu menaikkan harga jadi Rp25.000, lalu Rp30.000, sampai akhirnya hanya 10 orang yang tetap mau beli di harga Rp35.000. Di titik ini, permintaan = penawaran lagi, tapi harga sudah berubah.

        Nah, kecepatan perubahan harga dari Rp20.000 ke Rp35.000 inilah yang disebut “velocity”. Kalau penjual cepat menaikkan harga, velocity-nya tinggi. Kalau dia pelan-pelan naikin harga sambil lihat reaksi pembeli, velocity-nya rendah.

        Jadi, velocity itu seperti gas dan rem dalam menyesuaikan harga agar pasar tetap seimbang.

      Tidak ada perhatian kepada total jumlah belanja yang terjadi, siapa yang membelanjakan, kenapa dibelanjakan. Sedangkan kapan saja dan di semua jangka waktu, hubungan antara perubahan pada kuantitas yang dipertukarkan dan perubahan pada harga akan berubah atas dasar faktor tersebut yang sering diabaikan. Yang berakibat terciptanya teori dan gambaran yang tidak tepat tentang pasar dan ekonomi

    2. Kebanyakan yang para ekonom sebut the velocity of money sama sekali bukanlan kecepatan uang **itu sendiri - itu adalah penciptaan kredit. Velocity istilah yang kurang tepat untuk menjelaskan bagaimana jumlah belanja dalam satu tahun (GDP) dapat dibayar dengan jumlah uang yang lebih kecil. Untuk menjelaskan hubungan ini, orang-orang membagi jumlah GDP dengan jumlah uang untuk menunjukan gambaran bahwa uang tersebut berputar pada kecepatan tertentu pertahun, yang dimana ini disebut dengan velocity. ekonomi tidak bekerja seperti itu. Melainkan, kebanyakan belanja berasal dari penciptaan kredit, dan pencipatan kredit tidak membutuhkan uang untuk beredar agar itu semua dapat terjadi. Sebagai contoh seseorang yang memiliki pandangan tradisional mungkin berpikir bahwa kenaikan besar di dalam jumlah uang akan menimbulkan inflasi, dan seseorang yang menggunakan pendekatan berdasarkan trasaksi akan memahami bahwa yang mengubah harga adalah jumlah yang dibelanjakan, jadi jika kenaikan jumlah uang itu mengimbangi penurunan jumlah kredit, itu tidak akan membuat perbedaan; bahkan faktanya jika jumlah kredit mengecil dan jumlah uang tidak bertambah, jumlah belanja akan menurun dan harga akan jatuh.

How the Market-Based System Works

  • Seperti yang disebutkan, pemain ekonomi yang diuraikan sebelumnya membeli dan menjual 1) barang dan jasa dan 2) aset keuangan, dan mereka dapat membayarnya dengan 1) uang atau 2) kredit.
  • Dalam sistem berbasis pasar, pertukaran ini terjadi melalui pilihan bebas – yaitu, ada “pasar bebas” di mana pembeli dan penjual barang, jasa, dan aset keuangan melakukan transaksi mereka untuk mengejar kepentingan mereka sendiri.
  • Produksi dan pembelian aset keuangan (yaitu, pinjaman dan investasi) disebut “pembentukan modal”. Itu terjadi karena pembeli dan penjual aset keuangan ini percaya bahwa transaksi tersebut baik untuk mereka.
  • Mereka yang memiliki uang dan kredit memberikannya kepada penerima dengan imbalan “janji” penerima untuk membayar mereka lebih banyak.
  • Agar proses ini berjalan dengan baik, harus ada banyak pihak yang punya modal (misalnya investor atau pemberi pinjaman) dan bersedia memberikan uang atau kredit kepada banyak pihak lain yang butuh modal (seperti peminjam atau penjual saham). Sebagai gantinya, pihak yang menerima modal harus bisa meyakinkan bahwa mereka akan mengembalikan uang atau kredit itu dalam jumlah yang lebih besar daripada yang mereka terima.
  • Jumlah uang yang beredar dikendalikan oleh bank sentral, tapi jumlah kredit bisa “diciptakan dari nol” — artinya, dua pihak yang setuju bisa saja melakukan transaksi secara kredit tanpa uang nyata di awal. Meskipun begitu, ini tetap dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral.
  • Saat gelembung ekonomi (bubble) terjadi, biasanya terlalu banyak kredit yang diciptakan — lebih dari yang sebenarnya bisa dibayar kembali. Akibatnya, nanti akan terjadi krisis atau kehancuran (bust).
  • Ketika terjadi kontraksi modal, kontraksi ekonomi juga terjadi. Artinya, uang dan/atau kredit yang tersedia tidak cukup untuk membeli barang, jasa, dan aset keuangan.
  • Penurunan ini biasanya terjadi karena dua alasan, yang paling umum dikenal sebagai resesi (dimana kontraksi bersamaan dengan siklus hutang jangka pendek dan depresi (dimana kontraksi bersamaan dengan deleveragings).
  • Resesi biasanya dipahami dengan baik karena sering terjadi dan kebanyakan dari kita mengalami hal tersebut, sedangkan depresi dan deleveragings biasa tidak dipahami dengan baik karena jarang terjadi dan tidak banyak yang mengalaminya.
  • Siklus hutang jangka pendek, (yang biasa disebut siklus bisnis), muncul dari
    1. Ketika tingkat pertumbuhan belanja (total $ dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan uang dan kredit) menjadi lebih cepat dari tingkat pertumbuhan kapasitas produksi (total Q) yang mengarah pada kenaikan harga (P)